Berita
3

Belajar Dari Puskeswan Bandar Lampung, Mengabdi Tanpa Pamrih

Belajar Dari Puskeswan Bandar Lampung, Mengabdi Tanpa Pamrih

Kampung Kucing (dan tentu saja Emak Kucing) berada di Kota Bandar Lampung. Sebagai seorang Emak dari puluhan kucing yang diasuh layaknya anak sendiri, membangun hubungan baik dengan Puskeswan setempat adalah tindakan yang tepat.

Bermula dari pemeriksaan  kucing-kucing kesayangannya saat sakit, Emak Kucing kemudian mengajukan permintaan supaya dokter hewan yang ada disana juga mensteril kucingnya. Awalnya tidak mudah, karena dokter selama ini terbiasa hanya menangani hewan-hewan ternak.

Tapi bukan Emak Kucing namanya, jika tidak gigih memperjuangkan masa depan anak-anak kaki empatnya.

“Semua ini bisa terjadi karena izin Allah… dan karena kami saling memberi kesempatan. Drh Karyo memberi kesempatan kepadaku untuk steril di Puskeswan dan aku memberi kesempatan kepada Drh Karyo untuk memperdalam ilmu sterilnya pada anak-anakku.”

Alhasil saat ini semua kucing Emak sudah disteril. Dan para pemilk kucing di sekitar kota Bandar Lampung pun bisa mendapatkan pelayanan yang sama, yakni fasilitas kesehatan dan steril untuk hewan peliharaannya dengan harga yang terjangkau.

drh. Karyo bersama rekan sedang mensteril kucing. www.facebook.com/emak.kucing

drh. Karyo dan drh. Agung sedang mensteril kucing. www.facebook.com/emak.kucing

Puskeswan Bandar Lampung mulai mengadakan baksos steril awal tahun 2013. Harganya pun terbilang sangat murah (tapi tetap ditangani oleh dokter profesional), kucing jantan 100 ribu dan betina 150 ribu.

“FYI drh Karyo rajin steril kucing liar di sekitar tempat tinggalnya lho! Dan radiusnya meluas. Beliau juga sering sosialisasi manfaat steril kepada masyarakat.”

Semoga semakin banyak dokter-dokter yang baik seperti drh Karyo dan rekan-rekannya. Sterilisasi bukan bertujuan memusnahkan kucing, tapi hanya mengendalikan populasinya supaya tidak menjadi sumber masalah. Meooow!

Suasana baksos di Puskeswan Bandar Lampung. https://www.facebook.com/emak.kucing

Suasana baksos di Puskeswan Bandar Lampung. https://www.facebook.com/emak.kucing

Comments

comments

Bagikan:
  • googleplus
  • linkedin
  • tumblr
  • rss
  • pinterest
  • mail

Ditulis oleh Cici Mochi

Ada 3 komentar

  • saroso wiryosudarmo says:

    Luar biasa, saya sangat menghargai perbuatan Emak. Teruskan, ibadah bukan sekedar sholat, membaca Qur’an, kalau tanpa berbuat/diamalkan. Dan menyanyangi smua binatang/ciptaan Allah adalah suatu IBADAH juga. Coba,pikir,satwa (mamalia/burung) kita habis ditangkap oleh MANUSIA ‘pemalas’ utk NAFKAH mrk!

  • Siti wakhidah says:

    Saya ingin adopsi kucing kampung,
    Ingin kucing jantan,klo bisa berwarna orange,atw perpaduan orange putih.
    Kitten pengennya..

  • erna septiani says:

    Kalau menangani kucing sakit bsa tidak ya ? Saya mempunyai seekor kucing dan sedang sakit tidak mau mkan…sepertinya ada sesuatu di tenggorokannya

  • Tinggalkan komentar

    Bagaimana menurut kamu?
    Tinggalkan balasan ya, furriends ;)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *