Berita
0

Penjara 5 Tahun Dan Denda 100 Juta, Hukuman Untuk Penjual Satwa Langka

Penjara 5 Tahun Dan Denda 100 Juta, Hukuman Untuk Penjual Satwa Langka

Polisi hutan Kaltim berhasil menangkap FR, seorang yang diduga menjadi distributor untuk perdagangan satwa langka di Samarinda. Meskipun FR masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur, kasusnya tetap akan diproses dan berkasnya segera dilimpahkan ke pengadilan..

“Paling lambat Rabu sudah kami limpahkan berkasnya. Saat ini FR tidak ditahan karena usianya masih lima belas tahun,” ujarnya. Dilansir dari Kompas.com (Sabtu, 19/09/2015).

Koordinator Polisi Hutan dan PPNS BKSDA Kaltim Suryadi mengatakan, bersama dengan Polresta Samarinda, SPORC akhirnya berhasil menyelidiki kasus jual beli secara online hewan yang dilindungi.

Pihaknya memperoleh informasi awal dari sebuah akun Facebook yang menayangkan jual beli tersebut, kemudian melakukan pengintaian hingga penggerebekan selama kurang lebih satu bulan.
“Semua hewan tersebut masih anakan. Harga satuan dari masing-masing satwa tersebut dijual berkisar Rp 250.000 – Rp 500.000. Hewan-hewan ini sementara masih berada di markas SPORC, untuk kemudian akan dititipkan di balai konservasi,” ujarnya.

kucinghutankaskus

Kucing hutan. Foto : Kaskus

FR diancam dengan pasal 21 A jo pasal 40 ayat 2 tentang pelanggaran menjual memiliki dan memperniagakan hewan yang dilindungi. Pelaku akan dikenakan denda sebesar RP.100 juta dan hukuman penjara maksimal 5 tahun.

“Meski di bawah umur, tapi karena ini hewan langka yang dilindungi, maka akan tetap diproses,” pungkasnya.

Masih berminat menjual, membeli atau memperdagangkan satwa langka? Mungkin tak perlu modal yang besar, namun maukah jika masa depan dan nama baik tergadai karena perdagangan illegal ini? Lebih dari itu perdagangan satwa langka mempercepat kepunahannya. Dan kepunahan satwa langka tidak sebanding dengan uang receh yang dikeluarkan untuk memperdagangkannya.

Berbaik hatilah menjadi manusia. Satwa langka lebih aman hidup di habitatnya. Faktanya ketika tiba di tangan manunusia, sebagian besar satwa yang masih bayi itu mati! Jika Anda mengaku penyayang satwa, masih banyak hewan peliharaan lain yang terlantar seperti anjing dan kucing. Mereka lebih membutuhkan makanan untuk bertahan hidup dan rumah untuk berteduh.

Dear human… jadilah ‘animal guardian’, jangan sekedar ‘animal lover’.

 

Foto : asianleopard.wordpress.com

Comments

comments

Bagikan:
  • googleplus
  • linkedin
  • tumblr
  • rss
  • pinterest
  • mail

Ditulis oleh Cici Mochi

Ada 0 komentar

Tinggalkan komentar

Bagaimana menurut kamu?
Tinggalkan balasan ya, furriends ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *