Berita
0

Animal Abuse Bisa Jadi Bibit Kejahatan Serius

Animal Abuse Bisa Jadi Bibit Kejahatan Serius

Kejahatan terhadap hewan peliharaan sering dianggap bukan perkara besar. Pelaku dengan bebas (bahkan bangga!) menyebarkannya lewat media sosial. Maka foto-foto sadis pun bertebaran dan jadi konsumsi publik.

Kalaupun ada yang protes dan kemudian memprosesnya lewat kepolisian, hukuman yang diberikan terlalu ringan dan jarang membuat jera. Hal ini karena belum banyak pihak yang memahami bahwa animal abuse bisa menjadi bibit kejahatan besar.

Namun penanganan kasus animal abuse secara lebih serius tampaknya sudah mulai dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh FBI, lembaga investigasi utama di USA.

Mulai Januari 2016 mereka akan membuat database pelaku animal abuse secara menyeluruh dan memasukkannya kedalam kategori kejahatan terhadap masyarakat.

Wally dan Waffles. www.glogirly.com

Wally dan Waffles. www.glogirly.com

Database itu dianggap sangat penting. Apalagi penelitian menunjukkan kekejaman pada hewan bisa menjadi indikator si pelaku suatu saat bisa melakukan tindakan kriminal lain, terutama kejahatan domestik yang dilakukan kepada keluarga atau orang terdekat.

Ketika seseorang melakukan animal abuse, dia memegang kontrol penuh atas korbannya. Anjing atau kucing yang dianiaya tak akan bisa melawan. Si pelaku berpeluang bereksperimen dengan berbagai bentuk kesadisan. Bayangkan betapa bahayanya jika seorang animal abuser berhadapan dengan anak kecil atau manusia lanjut usia!

Memahami kaitan antara kekejaman pada hewan dengan tindakan kejahatan lain, menjadi sangat penting bagi orang tua untuk menanamkan empati pada anak sejak kecil. Karena sumber masalah animal abuse adalah kurang atau tidak adanya empati.

Dr. Martha Smith-Blackmore, seorang forensik veterinarian yang mempelajari kasus-kasus animal abuse mengatakan, “Ketika saya mulai melihat kasus kekejaman pada hewan, saya menyadari bahwa hewan-hewan ini terjebak dalam keluarga yang disfungsional dan menderita penyakit yang sama dengan orang-orang yang terjebak dalam keluarga itu.”
Jadi, tak bisa lagi kita menganggap animal abuse sebagai masalah kecil. Mari bangun empati dengan menyayangi makhluk yang lebih lemah. Meoow!
www.goodfon.su

www.goodfon.su

Comments

comments

Bagikan:
  • googleplus
  • linkedin
  • tumblr
  • rss
  • pinterest
  • mail

Ditulis oleh Oslo Van Hotten

Ada 0 komentar

Tinggalkan komentar

Bagaimana menurut kamu?
Tinggalkan balasan ya, furriends ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *