Berita
2

‘Kota Kucing’ di Samsun City, Surga Untuk Kucing Terlantar

‘Kota Kucing’ di Samsun City, Surga Untuk Kucing Terlantar

Penemuan kasus ‘cat hoarding’ belum lama ini membuat jagad animal lover Indonesia gempar. Terlepas dari masalah kepribadian sang pemilik shelter, semua orang jadi berfikir, apa yang salah dengan kegiatan rescue dan memberikan tempat berteduh untuk kucing atau anjing terlantar?

Memang jika kucing sudah membludak jumlahnya akan menimbulkan masalah baru. Mulai dari lingkungan yang tidak sehat hingga masalah sosial di sekitarnya.

Mengembalikan kucing ke jalanan juga bukan hal yang mudah dilakukan. Bisa dibilang ‘berjudi’ untuk nasib makhluk lucu itu. Di jalanan kucing-kucing yang sudah susah payah diselamatkan akan kembali mengais-ngais tempat sampah demi perut yang lapar.

Beruntung jika kucing hanya lapar, mereka masih dapat berburu binatang-binatang kecil. Celakalah mereka jika mendapatkan perlakuan aniaya atau bahkan dibunuh, mengingat masyarakat kita secara umum belum terlalu peduli pada kucing liar.

Menangani kucing terlantar merupakan tanggung jawab semua pihak. Bukan hanya aktivis penyayang kucing atau dokter hewan. Lalu bagaimana?

Seekor kucing di 'Cat City' Samsun. (Foto : thebestcatpage.com)

Seekor kucing di ‘Cat Town’ Samsun. (Foto : thebestcatpage.com)

Mungkin kita bisa belajar dari Provinsi Samsun di Turki. Pemerintah daerah mereka telah membangun fasilitas khusus untuk kucing-kucing terlantar seluas 10 ribu km persegi di sebuah kawasan hutan di utara kota.

“Cat Town” atau Kota kucing tersebut dibangun dalam waktu dua tahun. Tujuannya tentu saja untuk menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi kucing yang tidak berpemilik. Saat ini baru ada sekitar 50 ekor kucing yang menghuni kota kucing itu.

Para pekerja dari penampungan hewan akan menangkap kucing dari jalanan, mensteril mereka, lalu membawanya ke Kota Kucing. Semua kucing diperlakukan sama, tidak ada diskriminasi usia maupun status.

11-min-1

(Foto : thebestcatpage.com)

 

(Foto : thebestcatpage.com)

(Foto : thebestcatpage.com)

 

(Foto : thebestcatpage.com)

(Foto : thebestcatpage.com)

Di Kota Kucing telah dibangun sejumlah fasilitas dan ‘infrastruktur’ seperti rumah-rumah mungil, sejumlah jembatan, dan mainan kayu. Harapannya, meski tidak ada yang mengadopsi mereka, kucing-kucing yang terlantar ini dapat menjalani sisa hidup mereka dengan bahagia.

Huseyin Aydin, dokter hewan yang membantu mengelola tempat penampungan hewan itu mengatakan, tugasnya adalah memastikan kucing-kucing dalam keadaan sehat serta kondisinya baik bila ada orang yang ingin mengadopsi.

Menurut Aydin seperti dilansir dari thebestcatpage.com, Selasa (15/3/2016), fasilitas yang mereka bangun ibarat hotel bintang lima bagi para kucing. Apa pun yang dibutuhkan para kucing untuk hidup dan kesehatan mereka, disediakan oleh fasilitas. Meski kini hanya ada 50 rumah-rumahan untuk para kucing, Aydin mengatakan kalau mereka akan memperluas daerah itu nantinya.

Keren ya? Meoow.

(Foto : thebestcatpage.com)

(Foto : thebestcatpage.com)

 

(Foto : thebestcatpage.com)

(Foto : thebestcatpage.com)

 

(Foto : thebestcatpage.com)

(Foto : thebestcatpage.com)

Comments

comments

Bagikan:
  • googleplus
  • linkedin
  • tumblr
  • rss
  • pinterest
  • mail

Ditulis oleh Oslo Van Hotten

Ada 2 komentar

  • ei says:

    Semoga suatu hari nanti di Indonesia jg ada tempat seperti ini

  • Tinggalkan komentar

    Bagaimana menurut kamu?
    Tinggalkan balasan ya, furriends ;)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *