Fakta Kucing
0

Kucingmu Mengeong Terus Menerus? Mungkin Ini Alasannya …

Kucingmu Mengeong Terus Menerus? Mungkin Ini Alasannya …

Pada umumnya kucing memiliki kepribadian yang tenang. Mereka jarang mengeong kecuali ada sesuatu yang ingin disampaikan pada manusia. Sesama kucing biasanya berkomunikasi cukup dengan bahasa isyarat, bisa dengan ekor, telinga atau kumisnya. Mengeluarkan suara lewat mulut menjadi pilihan terakhir.

Maka, jika pawrents menemukan kucing kesayangan tiba-tiba terus mengeong diluar kebiasaannya, berikanlah perhatian. Kemungkinan ada ‘hal penting’ yang ingin disampaikan si meong.

Berikut ini 7 alasan mengapa kucing mengeong terus menerus, seperti dikutip dari Catster.

Foto : Pixabay

1. Si Meong sedang birahi

Hal ini berlaku untuk kucing yang tidak/belum steril. Jika si meong berusia sekitar 5 atau 6 bulan dan belum steril, kemudian tiba-tiba bertingkah gelisah dan mengeong terus menerus kemungkinan dia sedang mengalami birahi.

Kucing yang sedang mencari pasangan ini mudah dikenali tandanya. Suara ‘tangisan’nya sangat berisik dan tak akan berhenti sebelum bertemu dengan kucing pasangannya.

2. Hipertiroidisme

Biasanya ditemukan pada kucing yang lebih tua, hipertiroidisme menunjukkan sejumlah gejala, termasuk penurunan berat badan, aktivitas berlebihan, dan vokalitas berlebihan.

Jika kucing Anda menunjukkan gejala ini, bawalah ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan tes darah.

3. Hilangnya penglihatan dan / atau pendengaran

Jika kucing kesayangan sudah berusia cukup tua, ada kemungkinan dia akan mengalami hilang penglihatan dan pendengaran. Kucing terus mengeong seperti anak yang kehilangan dan kebingungan.

Kucing yang buta dan tuli kesulitan untuk mengenali tempat dan lingkungan sekitarnya. Letakkan kucing di tempat yang aman, berikan kasih sayang dan perhatian ekstra.

Foto : PIxabay

4. Senility / Pikun

Ya, kucing bisa menjadi pikun. Kondisi ini, yang dikenal sebagai feline cognitive disfunction, dapat menyebabkan sejumlah masalah yang akan membuat kucing Anda merasa takut dan bingung. Ditandai dengan kucing yang banyak meraung dan mengoceh.

Seekor kucing dengan disfungsi kognitif juga bisa menjadi lebih mudah tersinggung, tidur lebih banyak atau telah mengubah siklus tidur, kehilangan koordinasi, dan bahkan terkadang menjadi tidak stabil.

5. Sindrom hiperestesia berat

Seekor kucing dengan kondisi ini kadang-kadang akan bermata liar seperti gila, hampir seperti berhalusinasi. Kucing akan akan menangis dan berteriak dengan nyaring, mungkin dia mengalami perubahan suasana hati yang aneh.

Kucing yang menderita sindrom ini bulu-bulunya bergetar seolah bahkan bernafas pun terasa sakit. Dan si kucing tak pandai lagi merawat dirinya, sekilas tampak seperti ‘orang gila’, bulunya mungkin juga rontok dan berantakan.

Foto : Pixabay

6. Sakit

Kucing jarang menunjukkan rasa sakit mereka, kebanyakan justru menyembunyikan rasa sakitnya. Tapi terkadang saat benar-benar sakit, mereka akan banyak mengeong dan mendatangi pemiliknya.

Periksalah bagian tubuh kucing dengan teliti, temukan apa sakitnya. Bawalah ke dokter hewan agar bisa segera diobati.

7. Kesepian atau kebosanan

Kucing yang tinggal sendirian di rumah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pemiliknya. Mereka gampang menjadi kesepian dan bosan, apalagi saat harus benar-benar sendiri di dalam rumah.

Untuk menarik perhatian pawrents,  mereka mulai mengeong dan membuat kegaduhan saat Anda tidur atau mengerjakan hal lain. Terkadang apa yang dilakukannya cukup menyebalkan, maka salah satu tips yang sering disarankan adalah menghadirkan teman baru untuknya. Adopsi dua kucing akan lebih baik daripada satu.

 

Comments

comments

Bagikan:
  • googleplus
  • linkedin
  • tumblr
  • rss
  • pinterest
  • mail

Ditulis oleh Admin

Ada 0 komentar

Tinggalkan komentar

Bagaimana menurut kamu?
Tinggalkan balasan ya, furriends ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *