Fakta Kucing
0

4 Jenis Makanan yang Biasa Diberikan Pada Kucing

4 Jenis Makanan yang Biasa Diberikan Pada Kucing

Kucing makan tikus atau diberi makan nasi campur ikan asin sepertinya sudah jadi cerita usang. Kucing modern kini memiliki banyak pilihan makanan. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang ada, mau mahal atau murah, mau super premium atau standar. Semuanya ada.

Bagi cat lovers yang baru memelihara kucing mungkin masih bingung, makanan apa yang cocok diberikan untuk kucing kesayangannya.

Sebagai panduan, berikut ini 4 jenis makanan yang bisa diberikan pada kucing.

1. Makanan Kering

Pecinta kucing biasa menyebut makanan kering dengan DF, singkatan dari Dried Food. Makanan kering hanya mengandung 8-10% air, bentuknya berupa butiran kecil yang kering atau keras. DF biasanya dibuat dengan cara ekstrusi daging dengan tekanan dan suhu yang tinggi.

Pada makanan kering juga ditambahkan berbagai bahan lain seperti lemak makanan dengan cara disemprotkan untuk meningkatkan palatabilitas dan rasa.

Karena kandungan protein yang sedikit, maka makanan kering dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis makanan kucing lainnya.

Kelebihan dari DF adalah makanan ini mudah disimpan serta awet. Bagi pemilik kucing yang sibuk, DF bisa menjadi pilihan. Sebagian pecinta kucing berpendapat DF baik untuk kesehatan gigi karena membantu mencegah penumpukan karang gigi.

Namun DF juga memiliki kekurangan, yakni sering munculnya masalah kesehatan seperti penyakit ginjal, sulit pipis dan penyakit yang berhubungan dengan organ dalam. Hal ini diduga disebabkan banyaknya kandungan zat kimia seperti pengawet, perasa dan pewarna dari DF.

2. Makanan Basah

Makanan basah dibuat dari daging atau ikan berkualitas. Para pemilik kucing biasa menyebutnya WF, singkatan dari Wet Food.

Wet Food dibuat dengan cara digiling, dicampur dengan bahan makanan lain, dan kemudian ditumbuk agar menjadi bubur. Makanan basah kemudian secara sistematis disterilkan atau dipasteurisasi.

Makanan basah biasa dikemas dalam bentuk kalengan atau sachet dengan kandungan 75-78% air. Kadar air yang tinggi dari makanan ini mengandung banyak manfaat bagi kesehatan.

Kelebihan WF adalah aroma dan rasanya lebih disukai oleh sebagian besar kucing. Wet food juga mudah dimakan dan dicerna. Kandungan protein yang tinggi sangat bagus untuk kesehatan kucing. Selain itu mengurangi resiko terkena penyakit susah buang air kecil.

Kelemahannya ada di harganya yang relatif lebih mahal dan mungkin masalah pada gigi karena menumpuknya karang gigi.

Dokter hewan dan pemilik kucing banyak yang merekomendasikan memberikan makanan basah agar kucing lebih sehat dan berumur panjang.

3. Makanan buatan sendiri

Bagi pemilik kucing yang memiliki banyak waktu luang, membuat makanan kucinng sendiri bisa menjadi pilihan yang terbaik.

Makanan buatan sendiri atau home made, terjamin kualitas dan kesegarannya. Tak mengandung bahan kimia yang berbahaya dan kucing lebih menyukainya.

Home made makanan kucing dapat terdiri dari raw food  (daging mentah) atau kombinasi dari berbagai bahan yang biasa tersedia di dapur. Pemilik kucing yang membuat sendiri makanan untuk kucingnya dapat menggunakan campuran bahan-bahan seperti : daging ayam, daging sapi, ikan, ati ampela, telor, tempe kedelai, beras merah dan bermacam vitamin tambahan.

Kelebihan makanan home made adalah lebih sehat. Kelemahannya membutuhkan banyak waktu untuk menyiapkan serta kemungkinan kandungan gizi yang kurang lengkap. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan takaran makanan yang berimbang jika cat lovers ingin membuat sendiri makanan kucing.

4. Makanan vegetarian 

Makanan vegan bagi kucing tergolong baru dan masih diperdebatkan. Makanan vegetarian mengandung berbagai macam nutrisi, seperti taurin dan asam arakidonat. Kebutuhan asam ini menunjukkan bahwa kucing adalah hewan karnivora obligat yang tidak dapat mensintesis bahan makanan dari tumbuhan.

Pada beberapa kasus, mungkin dokter hewan akan menyarankan memberikan makanan vegan.

Beberapa merek makanan kucing vegetarian juga telah diberi label dari AAFOO (Association of American Feed Conrol Officials) oleh produsen mereka, yang berarti makanan tersebut sudah memenuhi persyaratan untuk profil gizi makanan kucing.

 

Comments

comments

Bagikan:
  • googleplus
  • linkedin
  • tumblr
  • rss
  • pinterest
  • mail

Ditulis oleh Admin

Ada 0 komentar

Tinggalkan komentar

Bagaimana menurut kamu?
Tinggalkan balasan ya, furriends ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *